Rabu, 04 Januari 2017

Halo 2017


Setahun kemarin adalah petualangan, diawali oleh matahari terbit di puncak tertinggi gunung Kenya dan ditutup dengan turun gunung Argopuro, Indonesia. Dari satu bagian tropis ke lainnya, dan saya masih ingin terus menjelajah. 
Perayaan pergantian tahun selalu berbeda pada setiap kesempatan. Berada di tanah air, saya ingin menikmati liburan di rumah, karena sejak kuliah di Bogor waktu seperti ini sangat jarang dihabiskan dengan keluarga sendiri. Tahun ini di Ponorogo tidak terdengar hingar bingar kembang api dan panggung musik dari jantung kota. Ada yang mengatakan anggaran sudah habis untuk Grebeg Suro beberapa bulan sebelumnya. Beredar juga kabar kalau kota sepi perayaan karena Bapak Bupati sedang dirawat di rumah sakit. Apapun itu, saya pun tidak terlalu kecewa karena memang hanya ingin di rumah. 
Mari mulai tulisan ini dengan ungkapan syukur karena tahun 2016 begitu banyak kesempatan yang diberikan Allah melalui tangan-tangan tak terduga. Salah satunya adalah kesempatan menyeberang Samudera Atlantik (lagi) untuk melakukan penelitian tesis di Brazil. Banyak pelajaran berharga saya peroleh selama 3 bulan di negeri samba. Tentang kultur bekerja, tentang adaptasi dengan orang baru, bahkan secara tidak sengaja resolusi untuk bisa menambah kemampuan bahasa asing terwujud karena dipaksa belajar Bahasa Portugis. Obrigado Brasil, pela experiencia e as pessoas boas quem eu conheci! (Terima kasih Brazil, atas pengalaman dan orang-orang baik yang saya temui!)
Proses penyelesaian studi S2 memang selalu menjadi klimaks bagi setiap mahasiswa. Saya beruntung dibimbing oleh salah satu ilmuwan terkenal dan ahli di bidangnya. Walaupun belum maksimal dalam menulis, namun pembimbing saya dengan terbuka mengoreksi segala kesalahan. Sebuah proses berharga karena selanjutnya saya putuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang S3. Ini keputusan penting yang diambil sesudah berdiskusi dengan orang-orang terdekat juga sholat istikharah tentunya. Allah Maha Mendengar, jadi hati-hati akan apa yang kita pikirkan biarpun selintas ternyata bisa langsung diberikan lho!
Pulang ke Indonesia, hiking mate terhandal: Dimas mengajak naik gunung lagi. Tujuan kali ini adalah Gunung Argopuro dengan jalur terpanjang se-pulau Jawa. Ini sebagai obat kangen akan sensasi mendaki di nusantara. Seperti yang Dimas tulis dalam kartu posnya ketika masih di Dubai, akhirnya keinginan untuk naik gunung bersama terwujud sepulang saya studi. Bersama dua pasukan lain: Dodi dan Fara, kami menghabiskan waktu selama 5 hari 4 malam di antara belantara. Bahagia!
Tahun 2017 dibuka oleh silaturahmi menjelang satu dekade setelah lulus masa putih abu-abu. Hari pertama saya berkumpul bersama teman-teman pecinta alam (GEMPITA). Rumah Ucup berhasil kami acak-acak bersama Tulad, Puji, Afa, Bhirawa yang mengajak istri dan anaknya. Sore itu kami napak tilas tempat diklat di Grape, Madiun. Sempat dzalim juga dengan Ucup dan keluarganya yang belum makan karena menanti kehadiran tamu. Rencana untuk makan siang geser menjadi makan malam bersama. Hari kedua, saya ganti bercengkerama dengan Tegar dan Agil, sahabat sekelas. Kalau sudah ngobrol dengan mereka, topik berat seputar isu ekonomi sosial politik berubah menjadi kocak!
Napak Tilas di Grape

Makan malam bersama sedulur GEMPITA
Hari ketiga, saya sudah meluncur ke Bandung untuk bersiap menuntaskan kewajiban. Setiba di sana, sebuah janji Skype Meeting bersama Rahyang telah disepakati. Ini adalah salah satu langkah untuk mewujudkan misi IAAS Indonesia dalam jangka panjang. Ines, National Director aktif menemui saya di sebuah cafe karena kami sama-sama sedang di Bandung. Kembali bernostalgia selama masa bersama di organisasi lima tahun lalu. Seringkali online meeting menjadi ajang yang ditunggu untuk berdiskusi ataupun sekedar bertukar kabar ringan dengan rekan se-organisasi dari berbagai belahan dunia. Maka, misi untuk IAAS Indonesia ini juga akan menjadi salah satu resolusi 2017.
Semoga tahun ini bisa lebih konsisten dan disiplin dalam menjalankan rencana yang telah ditulis. Ya Allah, mampukan hamba!

Bandung, 4 Januari 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya