Senin, 27 Juli 2015

Buka Tenda di Eropa

Musim panas telah tiba!
Maka rencana untuk jalan-jalan pun sudah dipikirkan sejak jauh hari. Ransel, tenda, kompor medan, matras, juga kantong tidur sudah lama tidak diajak menghirup udara luar. Mari kita ke hutan, ke bukit, ke gunung, ke pantai, ke manapun yang penting bisa tidur di tenda, berkemah..yeaiyyy
Sejak suhu mulai menghangat awal musim semi lalu, saya dan beberapa teman yang juga rindu berwisata alam sudah mendaftar beberapa nama tempat untuk buka tenda. Di Eropa ini, di benua dengan sistem yang sudah tertata rapi, kita tidak boleh berkemah sembarangan. Ada lokasi tertentu yang dijadikan tempat kemah. Lucunya, kemah adalah aktivitas berlibur yang mewah. Ketika saya mencari lokasi kemah di sekitar Wageningen melalui internet, maka hasilnya adalah semacam resort yang menyediakan caravan atau penyewaan tenda lengkap dengan fasilitas dapur umum, toilet, juga listrik. Saya dan teman-teman pun heran, betapa menantang kemah di Eropa! Menantang karena sulitnya mencari tempat yang terpencil seperti alam bebas di nusantara.
Pada bulan Mei lalu dengan penuh semangat saya bawa tenda menuju Belgia. Di selatan negara tersebut yang berbatasan dengan Luxembourg ada area perbukitan bernama Ardennes. Menarik, itu kesan yang ditangkap ketika melihat foto-foto di dunia maya. Sepakat dengan anggota rombongan lainnya yaitu saya dan Julius yang berangkat dari Wageningen, Kak Daniel dan Kak Dea yang sedang studi di Belgia dan Abduh yang meluncur dari Jerman. Sebelum menuju Ardennes, kami ingin melihat hutan tempat bunga bluebell mekar di awal musim semi. Ternyata, mencari bunga berwarna keunguan itu cukup melelahkan, apalagi kuncupnya belum mekar semua jadi semakin sulit ditemukan. 
Usai makan siang, cuaca mendadak berubah abu-abu mendung seolah akan hujan. Tidak mungkin lanjut ke Ardennes dan berkemah di sana. Akhirnya, demi kondisi fisik kami memutuskan bermalam di Gent. Hari berikutnya, setelah semalaman mencari informasi tentang Ardennes bahwasanya di lokasi tersebut sudah begitu komersil. Kalau mau pasang tenda, ada uang sewa tempat per malam, belum lagi tiket masuk ke kawasan hutan lindung dan goa. Sebagai alternatif, kami menuju taman nasional Hoge Kempen yang terletak di perbatasan antara Belanda dan Belgia. Wahai tenda, dia belum berjodoh dengan Belgia.
Menjelajah Hutan Belgia
Sebulan kemudian, hasrat untuk berkemah yang terpendam akhirnya tersalurkan. Yak, kata kunci pencarian diubah menjadi "Wild Camp Spot in The Netherlands". Voila! Muncullah beberapa lokasi kemah liar alias tanpa perlu bayar sewa lapak di beberapa bagian Belanda. Lokasi terdekat berjarak sekitar 30 km di antara Ede dan Utrecht. Agar ada sedikit sensasi, saya dan Julius yang waktu itu niatnya survei lokasi dengan bermodal navigasi dari handphone gowes sepeda ke sana. Selama empat jam kami bersepeda melewati ladang, pinggiran kanal, jalan antar provinsi, dan pusat pertokoan di beberapa kota kecil. Kami tiba ketika matahari hampir tenggelam. Sudah ada dua tenda yang berdiri di sekitar lokasi. Tenda boleh didirikan pada radius 10 meter dari pompa air. Hanya semalam kami di sana, akhirnya tenda berhasil diuji coba.

Tanda Lokasi Kemah Liar di Belanda
Kesempatan kedua untuk buka tenda datang ketika saya mengikuti pelatihan di sebuah peternakan yang berada di Leiden. Sejak Jumat malam sampai Minggu sore, tenda menjadi kamar sementara saya. Ketika pagi menjelang, begitu pintu tenda disingkap pemandangan yang terlihat adalah sapi dan domba mulai merumput. Damainya...
Berkemah di Peternakan
Kalau sedang pamit mau kemah ke Ibuk, beliau selalu heran kok ya nemu aja lokasinya. Singkatnya, segala informasi ada di internet zaman sekarang. Ibuk lebih heran lagi kok ya bisa saya bertemu dengan teman-teman yang juga doyan tidur di tenda. Padahal kalau dipikir-pikir kasur di kamar yang dibayar tiap bulan begitu nyaman, kenapa pilih tidur di tenda? Beralas tanah, seringkali kedinginan? Dan di balik keterbatasan itu, kesederhanaan itu, di sana ada kepuasan, kembali menyegarkan pikiran.

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya