Kamis, 08 Januari 2015

Halo 2015!

Tidak seperti malam tahun baru sebelumnya yang biasanya dihabiskan dengan tidur panjang usai agenda jalan-jalan mengambil jatah cuti. Pergantian tahun kali ini saya rayakan di Kopenhagen. Merayakan? Ini bukan seperti mengikuti pesta kembang api seperti yang disiarkan stasiun televisi. Perayaan yang saya maksud adalah menikmati tradisi minum kopi di sore hari dengan teman lama disambung dengan acara makan besar bersama rekan-rekan pelajar dari Indonesia yang tergabung dalam PPI-Denmark.
Konteks perayaan pun rasanya terlalu mewah, apa yang perlu dirayakan? Baiklah, saya putar ulang dulu ingatan setahun ke belakang. Jreeeeng.....
Awal tahun 2014 masih berstatus sebagai "Mbak-Mbak Kantoran", proyek yang dipercayakan Pak Bos berhasil diusung. Singkat cerita proposal pemasaran ekspor produk perusahaan tempat saya bekerja tembus. Pengalaman business trip sekaligus bonus liburan di negara tetangga Singapura didapat. Sementara itu, dag dig dug menunggu hasil (beberapa) program beasiswa S2 yang didaftar saya nikmati dengan mempercayakan semua pada Yang Maha Tahu. Seandainya saya ini selebritis yang mendapat penghargaan, ingin rasanya berpidato panjang mengucap rasa syukur kepada Tuhan atas kesempatan yang diberikan juga dukungan dari orang yang dikenalkan. 
Tengah tahun kedua tepat saat pertambahan usia, hadiah terindah yang diterima adalah kontrak beasiswa dan pergantian status menjadi mahasiswa S2. Itulah awal perjalanan baru hidup di negeri yang kini ditinggali, Denmark. 
Selama 2014, hobi naik gunung masih tersalurkan dengan baik. Niat menikmati matahari terbit dari Kawah Ijen diganti dengan trekking menemukan air terjun yang berhadapan langsung dengan pantai laut selatan di Malang. Persiapan mendaki Rinjani bulan Mei lalu diawali dengan latihan di Cikuray yang menurut saya adalah pendakian dengan ambisi terbesar selama ini. Puncak tertinggi di kota Garut itu berhasil dicapai selama semalam. Biasanya saya dan tim se-pendakian akan menyerah pada rasa kantuk. Pendakian selanjutnya adalah Rinjani, berjarak sebulan setelah Cikuray. Agenda perjalanan yang sudah disusun sejak tahun sebelumnya. Beberapa hari usai kembali dari Lombok, saya diajak ke Papandayan. Kedua kalinya ke gunung itu, tidak bosan menikmati suasananya. 
Bisa dikatakan, perjalanan dan liburan selama 2014 sekaligus menjadi ajang reuni. Ya, ketika ke Malang saya bertemu Mukti dan Siska yang kuliah di Universitas Brawijaya, juga Kenyo yang dulu satu kost di Bogor. Cikuray adalah reuni dengan Sobich dan Rifki yang sama-sama baru pulang dari perantauan di lain benua. Mendaki Rinjani bersama Tulad, sahabat sejak SMA satu kelas, satu organisasi sebagai tempat penyaluran hobi. Bergabungnya Rissar ke Rinjani sekaligus sebagai obat rindu masa-masa kuliah. Daniel yang mengajak ke Papandayan setelah terakhir kali kami mendaki Gunung Gede akhir tahun 2012 lalu. Ini perjalanan bersama kami sebelum menuju negara tempat lanjut studi masing-masing.
Masih tentang perjalanan, saya merasakan perubahan nilai dari melihat tempat menjadi lebih berarti untuk menemui seseorang. Kembali ke Eropa, tinggal di Skandinavia, bagi saya ini bukan saja merasakan tinggal di negara yang berbeda, lebih jauh tentang kesempatan untuk menemui sahabat lama. Akhir tahun ditutup oleh cerita reuni dengan Tine yang saya temui di Gent, Belgia dua tahun lalu juga Vincent yang sama-sama di Mexico pada musim panas 2009. 

Kembang Api di depan Radhusplastes, Kopenhagen
Tahun ini tentunya perlu evaluasi untuk resolusi yang ingin dicapai. Bulan pertama akan diisi dengan jadwal ujian, tugas akhir, juga persiapan menuju semester berikutnya di Wageningen, Belanda. Kata orang, kehidupan kuliah di sana akan lebih berat. Pastinya saya hanya bisa berdoa agar diberi kekuatan untuk menghadapi tahap selanjutnya. Tentu akan lebih menantang, karena akan ada summer conference, internship, juga supervision for Master Thesis. Itu baru di bidang akademik, masih ada segudang rencana yang menunggu diwujudkan. Salah satunya, semoga ajang internship bisa menjadi sarana untuk mengasah kemampuan bahasa asing berikutnya (niat hati Bahasa Spanyol atau Perancis). Amiin..

P.S. Cerita lengkap tentang perjalanan dan tulisan tentang bidang yang ditekuni akan dipublikasikan menyusul. 

Selamat tahun baru 2015, selamat mewujudkan resolusi ^.^

1 komentar:

Terima kasih atas komentarnya