Kamis, 23 Oktober 2014

Menuju S2 (#3 : Dukungan Orang Terdekat)

Sombong namanya ketika usaha tidak disertai dengan doa. Selain doa dari diri sendiri yang dipanjatkan dengan penuh rasa ikhlas apapun hasilnya nanti, saya juga yakin kalau doa dari orang terdekat itu penting. Pertama tentunya restu Ibu dan keluarga terdekat. Ada hikmah lain yang saya temukan ketika belum lolos S2 ketika mendaftar 2 tahun lalu yaitu saat saya bisa membantu urusan keluarga, lebih dekat dengan adik saya, dan menjalankan amanah almarhum Ayah untuk menyambung tali silaturahmi dengan kerabat. Saya bersyukur memiliki keluarga yang tidak pernah melarang untuk melakukan apapun yang saya mau. Sejak kecil, Ibu selalu berpesan apapun yang saya pilih yang penting saya senang dalam menjalaninya. 
Pada usia menjelang seperempat abad, biasanya anak muda seumuran saya di lingkungan sekitar rumah sudah mulai mengalami tekanan untuk segera menikah. Keluarga saya berbeda, mereka selalu melihat kalau setiap orang punya jalan dan waktu masing-masing untuk setiap urusan. Saya dengan bebas menceritakan rencana untuk lanjut kuliah ke luar negeri dan mereka menyambut senang, tentunya keluarga juga ikut bangga dan nantinya bisa menjadi motivasi untuk lainnya. Orang tua selalu memiliki pandangan berdasarkan pengalaman masing-masing, serunya di keluarga besar kami para generasi pendahulu sadar betul kalau zaman sudah berubah dan mereka harus hidup di masa kini. Sederhananya, keluarga saya hanya perlu diyakinkan bahwa apa yang saya pilih itu baik. Dukungan dari mereka memberikan energi penuh bagi saya untuk memperjuangkan keputusan yang dibuat.
Kondisi mental yang naik turun selama proses aplikasi S2 ini tentu tidak bisa saya atasi sendiri. Inilah indahnya persahabatan. Beberapa teman terdekat semoga tidak bosan mendengar cerita-cerita saya yang tentang itu-itu saja, S2 lagi, beasiswa lagi, hehehe...
Saya mengaku tidak mungkin bisa menjalaninya sendiri. Kak Daniel, senior satu kampus, satu organisasi yang juga mendaftar Erasmus Mundus dan mencari alternatif beasiswa bersama adalah rekan seperjuangan saya (cerita saya dan Kak Daniel rasanya perlu saya tulis terpisah tentang bagaimana kami ujian IELTS bersama, mengirim aplikasi, diterima beasiswa, sampai kini sama-sama mulai masa studi di kampus yang dituju). Ada juga Tyas, teman satu kantor, satu divisi, sama-sama berjuang dan akhirnya mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi ke Korea Selatan. Teman-teman yang seringkali mendengarkan curahan hati saya setiap kali ada kabar baik ataupun buruk tentang proses menuju S2 selama ini. Terkadang mereka tidak tahu harus menanggapi apa dan saya tidak tahu diri bercerita panjang lebar tanpa basa-basi tanya kesibukan mereka lebih dulu, terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik.
Seringkali saya mengalami saat-saat menegangkan yang selalu menyadarkan bahwa sesungguhnya pertolongan Tuhan itu dekat, melalui orang-orang di sekitar kita. Apa jadinya kalau dosen-dosen saya tidak bisa menulis surat rekomendasi karena kesibukan beliau? Atau mungkin Pak Bos keberatan untuk menulis pendapatnya bekerja dengan saya sehingga tidak ada yang mendukung pengalaman kerja yang saya tulis dalam CV? Bagaimana kalau komunikasi saya dengan Koordinator Program yang saya lamar tidak lancar dan terjadi kesalahpahaman?
Bisa jadi saya tidak berada di sini saat ini, duduk di meja belajar asrama bersama bahan-bahan kuliah S2 yang dijadikan bahan ujian sekaligus modal ilmu yang ingin saya terapkan di masa yang akan datang.
Berulang kali saya ucapkan syukur pada Tuhan, atas kekuatan, kesempatan yang diberikan, dan orang-orang yang dikenalkan. Segala hal yang orang-orang terdekat berikan selama ini, hanya Dia yang mampu membalas. 

Terima kasih!

4 komentar:

  1. ah kayaknya aku harus bikin tulisan ini juga deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh, aku pikir Al anaknya Ahmad Dhani yang mampir blog-ku..hahaha
      Tulisan ini juga buatmu Tiko, sebagai orang yang sabar menjawab pertanyaan-pertanyaanku :)
      *hugs*

      Hapus
    2. A.L ya bukan Al. Pengen pake inisial gitu lho tis. kalo ATK takut disangka alat tulis kantor

      Hapus
  2. im on that phase, wish me get the best

    BalasHapus

Terima kasih atas komentarnya