Senin, 18 Agustus 2014

Kado Tahun Ini

Selalu suka dengan suasana bulan Agustus, angin sorenya, mentari hangatnya, riuh peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dan tentunya harus mengucapkan syukur untuk pertambahan usia.
Tahun ini, tidak seperti biasanya ketika ulang tahun dirayakan di rumah. Bukan perayaan seperti acara makan besar apalagi pesta, bagi saya berada di rumah bersama keluarga adalah hadiah yang lebih dari cukup. Nasib anak rantau yang jarang pulang kampung, hehehe
Selama seminggu kemarin, saya sedang mengikuti Program Kepemimpinan (PK) sebagai salah satu fase seleksi Beasiswa Pendidikan Indonesia sekaligus persiapan keberangkatan lanjut studi S2. Berhubung selama acara tidak boleh membawa handphone, jadi ya sempat tidak sadar kalau tanggal 13 telah tiba dan saya genap menginjak usia 24 tahun. Anehnya, ini pertama kali dalam hidup Ibuk lupa ulang tahunku. Padahal setiap Subuh selalu ada telepon dari beliau, namun kami sama-sama lupa tanggal. Bahkan Ibuk baru mengucapkan ulang tahun sebelum upacara bendera 17 Agustus.
Ucapan selamat masuk dari orang-orang terdekat, sayangnya handphone tergeletak mati di kamar selama acara berlangsung. Sampai ketika siang hari usai istirahat makan siang dibagikan kontrak beasiswa dan ada sesi tanda tangan. Barulah sadar itu hari ulang tahun saya, alhamdulillah..hadiah terindah tahun ini sesuai dengan apa yang diusahakan selama setahun terakhir. Usia baru, kembali menuntut ilmu, petualangan di negeri yang dituju pasti akan seru. Diam-diam saja, saya tidak mau mebuat heboh. Eh, malah ketika sesi berakhir hampir tengah malam Daniel (sahabat seperjuangan yang akan saya ceritakan dalam tulisan terpisah) menghampiri dan mengucapkan "Selamat Ulang Tahun!" diiringi dengan teriakan heboh sehingga teman-teman peserta PK ramai menyalami. Ini benar-benar tidak disangka, terima kasih untuk salah satu momentum bersejarah yang tidak semua orang bisa dapatkan :)
Kenapa saya sebut sebagai momentum bersejarah? Sekarang saya ingin bercerita lebih lanjut tentang PK bersama 14 orang anggota kelompok 02 yang dinamai Moh. Hatta, ini dia personilnya:
Aldy – Hobi naik gunung dan mau lanjut ke Belanda juga. Saya tidak bisa duduk sebelahan dengan Aldy, karena hasilnya hanya akan bercanda
Arief – Gaya foto model, tubuh tinggi tegap, kulit putih bersih, siapa sangka Arief dulunya alumni SMA Taruna Nusantara
Ariana – H-1 PK secara tidak sengaja saya mengenalnya ketika tampil sebagai pembicara salah satu sesi peran pemuda dalam bidang lingkungan. Ariana yang tertarik pada isu perubahan iklim dan deforestasi ini adalah peneliti muda di World Resources Institute
Bayu – Profesi sehari-harinya adalah perawat. Cita-cita masa depannya adalah Menteri Kesehatan. Ketika ada tugas musikalisasi puisi, kami menemukan bakat Bayu yang heroik ketika melantunkan bait demi bait
Dewa – Ini dia pujangga kelompok dua, bahkan saat berkomentar dan memberi kesan pesan pun penuh dengan kata-kata dengan rima teratur. Meski seumuran, Dewa sudah lebih dulu mau lanjut PhD dan fasih berbahasa Perancis
Furqon – Bakatnya sebagai public speaker membuat urusan presentasi hasil kerja kelompok lebih mudah karena Furqon selalu siap untuk tampil di atas panggung
Ihsan – lulusan tehnik yang memilih Arab Saudi sebagai tujuan lanjut sekolah. Semoga misi belajar dan mengunjungi Baitul Ka’bah lancar ya..
Julius – Ini calon teman sekampus saya nanti di Wageningen, Belanda. Julius pun sudah bersedia menjadi partner naik gunung saya dan Aldy, suatu hari nanti menuju titik tertinggi di Eropa.
Kania – baru lulus dari Tehnik Informatika dan melanjutkan ke bidang ilmu yang lebih aplikatif di Amerika Serikat. Kania jago kalau sudah berurusan dengan desain dan video editing.
Kornelis – setelah resign sebagai wartawan majalah Kontan, dia akan lanjut ke Lund University, Swedia. Cita-citanya menjadi Presiden RI tahun 2045 nanti. Majulah maju!
Lusi – H-2 PK melepas masa lajang, H+2 PK berangkat menuju Belanda bersama suami yang akan menjadi rekan satu kampusnya. So sweet!
Mahar – paling semangat kalau sudah berurusan dengan konsep video maupun alur pentas seni. Saya pikir Mahar penggemar K-Pop juga, ternyata bukan itu alasannya lanjut studi ke Korea Selatan.
Putri – berbakat dalam ambil gambar, pembuatan video juga slide presentasi tugas-tugas. Putri akan melanjutkan studi ke negara yang sama seperti saya, Julius, Lusi, dan Aldy.
Wisnu – biarpun usia terpaut jauh dari kami, Pak Wisnu yang akan lanjut PhD dan memboyong keluarga ke Australia ini tidak kalah muda tingkahnya.
Setelah tanda tangan kontrak beasiswa

Kelompok Dua...Paling Bahagia... (diambil usai sesi Social Entrepreunership di Pasar Agung, Depok)


Selain teman-teman sekelompok, ada puluhan penerima beasiswa keren lainnya yang saya temui selama PK. Ada pencipta lagu, aktivis lembaga non pemerintah, atlet nasional, dan tentunya mahasiswa yang lanjut studi di universitas top dunia. Semoga ini menajdi awal kolaborasi kami di masa yang akan datang sesuai dengan tagline angkatan yaitu:

"Bersatu untuk nusa, berkontribusi untuk bangsa"

125 peserta PK 14 BPI LPDP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya