Jumat, 04 Juli 2014

The Corrs


Band asal Irlandia yang sudah saya idolakan sejak SD ini memang tidak ada matinya. Setiap kali harus bekerja lama dengan laptop, atau ketika melakukan rutinitas membersihkan kamar, atau bahkan hanya ingin sekedar tiduran dan menikmati indahnya hari libur tanpa melakukan apa-apa, video konser The Corrs tidak pernah bosan saya tonton.
The Corrs adalah family band yang beranggota si sulung Jimmy Corr (gitaris, pianis, backing vocal), diikuti Sharon Corr (violin, backing vocal), Caroline Corr (drummer, backing vocal), dan Andrea Corr (lead vocal, flute). Suara Andrea yang serak-serak basah dan tehnik pernapasannya saat meniup seruling membuat aksi panggungnya selalu terlihat enerjik. Saya langsung mengidolakan mereka sejak pertama kali mendengar “Only When I Sleep” diputar di MTV ketika masih duduk di kelas 4 SD dulu.
The Corrs juga band idola saya dan sepupu-sepupu tercinta. Sebagai seorang sulung dengan satu adik perempuan, saya punya banyak kakak sepupu dari saudara sekandung Ibu yang merupakan bungsu dari enam bersaudara. Sepupu yang paling dekat adalah Mas Pramu dan Mbak Rena, anak dari Budhe (kakak perempuan Ibu) yang tinggal berdekatan dengan rumah. Lucu juga kalau mengingat kami berempat dulu sempat ingin meniru The Corrs dan membentuk sebuah band. Namun itu semua tidak terwwujud sampai kini. Meski kami sempat bermain alat musik secara amatir, akhirnya kami tumbuh dengan hobi masing-masing.
Ketika berpartisipasi dalam kepengurusan IAAS Indonesia tahun 2011-2012 lalu, saya adalah satu-satunya perempuan bersama tiga orang lelaki yang mendampingi. Lagi-lagi, kami berempat sama-sama fans berat The Corrs. Berkebalikan dengan The Corrs yang terdiri dari seorang pria dan tiga perempuan, saya bersama Rahyang, Mukti, dan Angga juga sempat berencana untuk meniru gayanya. Ketika pergantian jabatan, bukannya mempersiapkan laporan pertanggungjawaban, kami malah sibuk mengkhayal bersama untuk memberi penampilan terakhir ala The Corrs. Bahkan kami sudah membagi tugas siapa yang akan menjadi vocal, pemain biola, gitar, juga drum. Sayangnya, rencana hanyalah rencana. Kami tidak cukup waktu untuk mempersiapkannya. Entah apa yang terjadi kalau kami tampil saat itu.
The Corrs bukan saja menampilkan karya-karya terbaik melalui musik dan lagu. The Corrs adalah salah satu band yang semua lagunya nyaman di telinga saya. Sampai saat ini saya masih berharap bisa melihat langsung penampilan The Corrs di negara asalnya. Meski sudah lama  tidak mengeluarkan album, saya yakin suatu hari nanti mereka akan tampil lagi dan ada kesempatan untuk menyaksikannya langsung, amiin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya