Selasa, 20 Mei 2014

Mari Menyelam

Minggu lalu, saya mendaki gunung dengan seorang penyelam. Saya tidak salah ketik, teman saya itu termasuk salah satu traveler dengan banyak kecintaan. Panggilannya Mamo, sembari berjalan menuruni bukit kami berbincang tentang dunia menyelam yang dia geluti beberapa tahun terakhir. 

(T = saya; M = Mamo)

T : "Sejak kapan nyelam Mo?"
M : "Tiga tahunan lah.."
T : "Awalnya gimana sampai dapet license?"
M : "Nabung, haha..ambil license kan mahal. Begitu ada duit gue daftar ke PADI terus mulai latihan sampai dapet itu license di Bali"
T : "Harus ke Bali ya?"
M : "Nggak juga, di Jakarta banyak kok..cuma kalau mau belajar sama medan yang bagus ya ke Bali"
T : "Kenapa tertarik buat diving Mo?"
M : "Ya karena kita di Indonesia Tis, surganya nyelam"
T : "Oh iya, nggak ragu kalau itu"
M : "Lo bisa renang?"
T : "Bisa donk, hobi malah"
M : "Snorkeling?"
T : "Sukaaa....gue sempet diajarin free diving pas ke Pahawang tahun lalu"
M : "Nah, itu udah ada modal. Saatnya lo nyelam Tis!"

Saya terdiam, dalam hati membenarkan saran Mamo. Bukan hanya perkara menyelam di laut. Saya ingat dengan banyak hal, terutama pesan dosen pembimbing tentang menyelami suatu bidang, menjadi master untuk hal tertentu, memperkaya diri dengan ilmu. Seorang yang unik dengan keahlian yang spesifik, itulah yang akan menjadi nilai tambahnya. Setahun menjelang seperempat abad usia saya di dunia, saya harus memutuskan mana yang akan saya selami.

T : "Bener Mo, ntar ya gue belajar. Mungkin dua tahun lagi. Bisa jadi resolusi di umur 26"
M : "Gue umur 26 juga belum belajar diving kok, masih ngumpulin duit. Tis, kalau lo ke Raja Ampat emang mau cuma berenang di permukaan doank?"
T : "Wah, rugi lah Mo.."
M : "Maka dari itu lo kudu bisa diving"
T : "Iyap. Lo udah ke Raja Ampat?"
M : "Belum ada duit, nanti lah. Sama Bali aja gue belum selami semuanya."

Kembali teringat salah satu pesan dari Ayah ketika beliau melatih saya berenang dulu, kalau sudah nyebur sekalian nyelam, toh sama-sama basahnya. Saya percaya bahwa hidup adalah pilihan. Termasuk menyelami suatu bidang, apakah benar-benar terjun ke dalamnya, atau hanya melihat kulit luarnya. Semoga tahun ini kesempatan untuk menyelami bidang yang saya pilih itu tiba, semoga Tuhan menyiapkan saya secara fisik maupun mental, amiin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya