Jumat, 28 Februari 2014

Menyembuhkan Flu dengan Endorphin


Flu adalah penyakit yang identik dengan perubahan cuaca, penurunan kekebalan tubuh, dan lingkungan yang kurang bersih. Apalagi musim penghujan seperti sekarang, di mana kelembaban meningkat sehingga kuman penyakit semakin berkembang biak. Singkat cerita, memasuki minggu terakhir bulan kedua ini saya terserang flu, berikut kronologis gejala, analisa, dan upaya yang saya coba untuk mengembalikan kebugaran tubuh.
Minggu, 23-02-2014
Gejala:
- Tenggorokan sakit, seperti mau radang
- Badan terasa lemas
- Bersin-bersin
Analisa penyebab:
- Kecapekan karena begadang malam mingguan (nongkrong bareng teman-teman setelah nonton Indonesia Fashion Week, gaya kan?hehe)
Upaya:
- Banyak minum air putih
- Istirahat cukup
Senin, 24-02-2014
Gejala:
- Badan demam pagi hari setelah bangun tidur
- Terasa pegal-pegal
- Masih bersin-bersin
Analisa penyebab:
- Masih kecapekan setelah jalan-jalan hari Minggu
- Sepertinya gejala PMS (Pre Menstrual Syndrome) yang biasa datang tiap bulan
Upaya:
- Minum Vitamin C
- Mengatur pola makan
- Tidur selama 8 jam, mulai jam 9 malam sampai jam 5 pagi keesokan harinya, mirip bayi
Selasa, 25-02-2014
Gejala:
Masih sama seperti hari kemarin
Analisa penyebab:
Kekebalan tubuh belum membaik sehingga belum bisa menangkal flu yang menyerang
Upaya:
Berhubung istirahat penuh sudah 2 hari dilakukan namun tidak ada perubahan, akhirnya saya memutuskan untuk menambah usaha low-core treadmill agar pegal di badan hilang serta meningkatkan metabolisme tubuh sehingga asupan nutrisi maksimal. Lanjut dengan minum susu sebagai sumber protein, vitamin, dan mineral
Rabu, 26-02-2014 
Gejala:
- Hidung mulai tersumbat
- Badan masih pegal-pegal
- Demam berkurang
Analisa penyebab:
Efek kelelahan setelah ke gym dan virus flu yang masih betah di tubuh saya
Upaya:
- Minum teh hangat tanpa gula
- Tidur cukup selama 8 jam
Kamis, 27-02-2014
Gejala:
- Bersin-bersin
- Keluar cairan dari hidung bernama ingus
- Demam hilang
- Badan masih lemas
Analisa penyebab:
Nah, kalau sudah keluar ingus seperti ini artinya terjadi infeksi di hidung baik dari virus maupun bakteri
Upaya:
Berhubung pada hari-hari sebelumnya sudah saya lakukan upaya peningkatan kekebalan tubuh dengan menjaga pola makan dan olahraga, saya pikir saatnya menambahkan langkah detoksifikasi. Air dikenal sebagai media detoksifikasi, makanya Om saya yang berprofesi sebagai Dokter selalu menyarankan untuk cukup minum air setiap harinya. Bagi saya, renang adalah olahraga yang cocok untuk detoksifikasi. Berhubung belum sempat berenang, akhirnya saya pergi ke gym lagi dengan tujuan membuang segala racun di tubuh melalui keringat.
Serasa mendapat ilham, sore itu usai meeting dengan Marketing Team tentang cokelat tiba-tiba datanglah "Aha! Moment". Saya hampir melupakan kedahsyatan salah satu hormon ajaib bernama endorphin yang bisa disekresi setelah makan cokelat atau berolahraga. Efek dari endorphin sendiri salah satunya adalah sebagai analgesik atau penahan rasa sakit. Inilah hormon yang biasa disebut sebagai anti stress. Jadi, menu usai berolahraga selain minum susu adalah sebatang cokelat.
Jumat, 28-02-2014
Pagi ini saya bangun dengan segar. Ingus lenyap, pegal-pegal hilang dalam sekejap. Ternyata begitu mujarab endorphin mendorong proses penyembuhan saya. Bukan hanya perlu usaha meningkatkan daya tahan untuk melawan penyakit, faktor stress tentu mempengaruhi kinerja tubuh kita.
Karena mencegah itu lebih murah, mari kita jaga selagi bisa :)

Salam sehat !   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya