Jumat, 20 Desember 2013

Malam Pergantian Pengurus

Tulisan ini masih tentang IAAS. Kangen? Tentu saja, sudah hampir 5 tahun gabung di organisasi ini. Hari Minggu kemarin Local Committee Conference atau tepatnya sidang pertanggungjawaban pengurus digelar. Usai pertanggungjawaban akan ada juga pemilihan pengurus baru. Semalam sebelumnya, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan pengurus yang mau lengser. Niat hati hanya ingin mengucapkan selamat dan sukses, ternyata malah jadi saling curhat.
Ingatan saya kembali ke bulan Desember tahun 2010. Presentasi laporan sudah disusun. Bersama Oli Sang Wakil dan Sarah Sang Sekretaris kami telah mengerjakan bagian masing-masing. Setelah berdiskusi panjang dengan Control Council (dewan penasihat dan pengawas), malam sebelum LCC saya tidak bisa tidur. Sepertinya itu pertama kali dalam hidup saya. Bahkan saat penelitian saya masih sempat tidur barang 1 atau 2 jam. Kejadiannya waktu itu benar-benar anomali. Mata saya tak terpejam sedetik pun, meski teman sekamar saya sudah terlelap, tetap saja saya mondar-mandir tak karuan. Pikiran saya ke mana-mana, terutama merasa khawatir karena banyak yang belum selesai.
Selain merasa banyak hal yang kurang,saya memikirkan langkah berikutnya usai lengser. Beberapa hari sebelumnya, saya berada di Dekanat menemui pembimbing tercinta untuk berdiskusi masalah penelitian. Kemudian saya bercerita kalau sebentar lagi akan meletakkan jabatan. Lalu ada beberapa tawaran posisi di organisasi lain, himpunan, bahkan IAAS di skala nasional maupun internasional namun saya masih belum memutuskan. Ketika beliau bertanya apa alasannya, saya menjawab pendek ingin fokus penelitian agar bisa lulus tepat waktu. Pak Dekan malah kembali bertanya "apa ada yang bisa menjamin kalau kamu berhenti berorganisasi akan bisa lebih maksimal dalam skripsi?"
Beliau memberi saya nasehat yang dalam, bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali, selagi datang harus segera dimanfaatkan. Tentang perkara lulus dan keinginan saya yang lain, semuanya bisa diatur dengan skala prioritas. Hari itu pikiran saya dibuka, ada kemungkinan di luar sana selagi masih berstatus mahasiswa. Langkah selanjutnya sudah ada gambaran, hati saya sedikit tenang. 
Perkara yang lebih berat kembali pada sisi melancholic-perfectionist saya yang kadarnya meningkat beberapa jam menjelang pergantian pengurus. Sampai dini hari dan saya tidak bisa ngobrol dengan siapapun, ternyata inilah yang membuat saya benar-benar mendengarkan isi hati saya. Perlahan saya mulai menerima bahwa masa saya sudah berakhir. Saya harus percaya kepada siapapun yang mencalonkan diri menggantikan kepengurusan saya, mereka telah memiliki niat tulus untuk berkontribusi.
Kejadian yang hampir sama terulang pada Februari 2012 ketika saya mempertanggungjawabkan laporan kepengurusan bersama 3 orang Vice Director of National Committee, IAAS Indonesia. Bersama-sama kami mendadak labil sekaligus pasrah. Perasaan khawatir akan ketidaksempurnaan pelaksanaan program kerja juga proses pendelegasian misi kembali menyerang. Lebih tegangnya lagi ketika menunggu keputusan forum apakah laporan kami diterima atau ditolak. Selama berjam-jam pengurus diasingkan dari forum, kami diberi ruangan khusus. Sesekali kami diskusi serius tentang apa yang rasanya belum beres sambil merancang strategi selanjutnya, namun sebagian besar waktu malah kami gunakan untuk bercanda, foto bersama, bahkan membuat video untuk membunuh bosan.
Sekarang, mengingat-ingat kejadian itu membuat saya tersenyum-senyum sendiri. Antara gemas, lucu, tidak habis pikir, sekaligus kangen. Saya belajar pentingnya proses pemberian delegasi pada generasi penerus. Pernah saya merasa egois akan misi yang saya paksakan agar tetap diwujudkan meski telah berganti kepengurusan, sampai saya lupa kalau dalam lingkungan majemuk mereka punya caranya masing-masing. Bahagia itu muncul ketika kita melihat apa yang ditinggalkan dapat terus dilaksanakan, sedangkan berhasil adalah saat penerus mampu melakukan pencapaian lebih dari apa yang dulunya telah diraih.

Selamat berorganisasi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya