Selasa, 03 Desember 2013

Berkunjung ke Lampung

Akhir pekan bersama alumni-alumni IAAS dan tujuan kami kali ini tidak jauh dari Ibu Kota, cukup menyeberang Selat Sunda selama 2,5 jam. Niat pertama ke Lampung adalah menghadiri pernikahan Kak Dewi Angin-Angin. Mumpung rombongan banyak, saya mengusulkan agenda jalan-jalan ke Pantai Klara dan menyeberang ke Pulau Pahawang yang menurut rekomendasi teman kantor keren. Seminggu sebelum acara, terkumpul pasukan menuju Lampung yang terdiri dari Kak Heri, Kak Indra Aming, Kak Devi Dj, Sarah, Prima, dan Anggi. Kami sepakat berangkat Jumat malam usai jam kantor dan bertemu langsung di pelabuhan Merak. Sesuai dengan itinerary yang saya susun, Sabtu pagi setelah tiba di Lampung kami langsung menuju ke pantai, jalan-jalan, lalu esok harinya menyaksikan ijab qabul dan kembali ke Jakarta usai resepsi. Jumat paginya, saya mendapat telepon darurat dari Kak Aero yang mengabari ingin ikut, semakin heboh rombongan ini. Lengkap delapan orang, masing-masing punya pasangan dan bisa ditukar, hehehe..

Berlayar dengan Kapal Fery
Agenda meet up di pelabuhan Merak mundur dari jadwal yang disepakati. Tadinya kami perkirakan paling lambat jam 1 sudah ada di kapal. Kak Aero baru berangkat dari Jakarta jam 11 malam, dia tiba di Merak jam 2, jadi kami baru di kapal jam 02.30. Kami tetap santai seperti di pantai, tidak ada jadwal padat selama liburan. Beruntung sekali kapal tidak terlalu ramai malam itu, kami bebas memilih tempat. Fery yang membawa kami dilengkapi dengan ruang tidur, beruntung kapal yang membawa kami dari Merak super nyaman.
Kapal sudah tiba di tanah seberang ketika matahari terbit. Kak Aero mencari pembenaran dengan mengatakan seandainya dia datang lebih awal mungkin kami tidak akan naik kapal yang bagus dan disuguhi pemandangan pagi yang indah.
Sunrise Surprise :)

Pantai Klara dan Pulau Pahawang 
Tiba di Lampung, mobil yang kami sewa untuk berkeliling sudah siap menjemput. Mas Dede yang masih saudara dengan Kak Dewi ternyata sudah sampai di Bakauheni sejak jam 4 pagi. Kami dibawa ke rumah pengantin dulu, di sana sarapan sudah disiapkan, kami disambut oleh keluarga  besar Kak Dewi yang sedang sibuk menjelang hari-H. Senang bisa bertemu dengan Kak Devi Catrina, kembaran Kak Dewi yang juga alumni IAAS. Berhubung Kak Devi bekerja di Lampung, jadi kami jarang bertemu dengannya. 
Tenaga kami sudah diisi, siap bersenang-senang. Kak Devi Catrina siap menjadi tour guide pribadi rombongan. Dia membawa Layka, sepupunya yang masih kelas 1 SD. Tujuan pertama adalah pantai berpasir putih dengan deretan nyiur melambai di pinggirnya. Pantai ini bernama Pantai Klara, singkatan dari Kelapa Rapat karena banyak pohon kelapa di sepanjang tepinya. Ini bukan pertama kalinya saya ke Pantai Klara, tahun lalu ketika jalan-jalan ke Kiluan sempat mampir ke sini. Pantai Klara adalah titik penyeberangan menuju Pulau Pahawang dan sekitarnya yang terkenal dengan spot untuk snorkeling.

Pantai Klara Sebelum Menyeberang ke Pahawang
Tempat pertama snorkeling terhitung dangkal, karangnya masih berwarna-warni, ikannya pun beragam. Sayangnya kami tidak begitu betah karena kalau tidak hati-hati bisa terluka akibat tergores karang, Kak Aming dan Kak Aero adalah contoh korbannya.
Ikan-ikan kecil
Melihat antusias Layka yang juga ingin bermain air, kami meminta Sang Nahkoda menepikan kapalnya ke Pulau Pahawang Kecil. Kak Devi Catrina sebagai tour guide merangkap Ibu anak-anak seharian itu. Dia membawa sekardus air minum dan bekal jajanan untuk persediaan selama jalan-jalan. Baiknya Kak Devi Catrina yang mengupas semangka dan mangga untuk seluruh anggota rombongan. Ketika kapal merapat ke pulau, tenaga kami sudah kembali terisi dan siap bermain.
Ada sebuah cottage pribadi milik seorang warga Perancis. Katanya penginapan ini bisa disewa namun sangat mahal. Niatnya kami ingin coba duduk-duduk di emperan cottage yang terbuat dari kayu itu, ternyata penjaganya melarang kami mendekati rumah majikannya. Pantai di Pulau Pahawang Kecil berpasir putih dengan tumbuhan bakau di sekelilingnya. Layka mulai mengeluarkan suaranya ketika ia mulai bermain dengan ombak dan pasir. 
Formasi Lengkap "The Gangs Plus Layka"
Kami berpindah lokasi ketika banyak kapal pengunjung lain mulai merapat. Cukup lama juga kami bermain seolah di pulau milik sendiri. Tempat snorkeling selanjutnya berbeda dengan yang pertama. Kali ini lebih dalam, karangnya pun lebih berwarna. Sayangnya arus begitu kencang, jadi kami harus menggeser kapal terlebih dahulu. Benar saja, ketika mendapat spot yang pas kami langsung bersuka ria sampai lupa waktu. Kali ini saya mulai belajar free dive bersama Kak Heri Sang Anak Pantai. Biasanya pada kedalaman 3 meter telinga saya sudah terasa sakit, jadi harus agak dipaksakan sampai kedalaman 5 meter supaya ada kemajuan. Sensasinya luar biasa, seperti mengejar ikan langsung ke rumahnya di balik terumbu karang.
Menyelam Lebih dalam seperti kata Banda Neira

Pernikahan Dewi dan Luki
Sengaja kami tidak berlama-lama ke laut hari Sabtu karena inti tujuan kami ke Lampung adalah resepsi pernikahan Kak Dewi dan Kang Luki. Alasan utamanya memang kami ingin menjaga penampilan agar tetap cerah ceria. Seluruh persiapan acara sudah matang, ternyata tenaga kami tidak banyak dimanfaatkan. Akhirnya malam hari menjelang resepsi para lelaki malah pergi ke panti pijat sedangkan saya dan teman-teman cewek membantu membungkus seserahan, kecuali Anggi yang menjadi perwakilan rombongan mencari oleh-oleh.

Mengintip Kamar Pengantin
Malam hari kami tak kunjung tidur, sekamar dengan cewek-cewek membuat keinginan untuk gosip sana-sini tidak tertahankan. Sampai pada akhirnya kami pulas hingga keesokan paginya ketika kami mulai sibuk sejak Subuh untuk antre mandi. Hari itu akhirnya tiba, akad nikah berlangsung khidmat. Kami membantu keluarga Kang Luki membawa seserahan ke mushola sebelum Ijab Qabul. Prosesi sakral itu berjalan lancar, Kak Dewi dan Kang Luki sah sebagai suami istri.
Just Married : Luki & Dewi
Ketika resepsi tiba, seperti biasa anak-anak IAAS selalu membuat kehebohan mulai dengan hampir membuat roboh pelaminan, sampai request lagu yang rancak. Kami juga bertemu dengan teman-teman sejurusan Kak Dewi. Selain itu, ada juga Mas Dadan alumni IAAS UNPAD yang juga hadir memberikan doa restu. 
Menyambung silaturahmi dengan Mas Dadan (IAAS LC UNPAD)
Secara keseluruhan perjalanan kali ini lancar jaya aman sentosa. Terima kasih Tuhan, tanpa perlindungan-Mu segalanya mustahil. Pastinya terima kasih juga kepada teman rombongan atas segala sikap konyol, ucapan spontan, ide gila, dan segala drama yang membuat acara jalan-jalan ini semakin berwarna. Rasanya ketagihan bisa jalan-jalan dengan IAASers lagi dan lagi, semoga selanjutnya bisa terwujud agenda tahunan jelajah Indonesia bersama.

2 komentar:

  1. aaaaaaaaahhh gue telaaat blom postiiing ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. sibuk bu...ceritakan dengan penuh intrik yaa..haha

      Hapus

Terima kasih atas komentarnya