Senin, 04 November 2013

Rapat OSIS di Jakarta

Saya mengajak Tegar, Ghilang, dan Hasta ke Food Louvre, Grand Indonesia, Jakarta. Kami kelaparan, segelas minuman yang dibeli di Kopitiam tidak meredam suara keroncongan dari perut. Setiba di food court, kami kesulitan memilih tempat di tengah malam minggu yang ramai. Bolak balik kami menilik bangku yang pas untuk melanjutkan obrolan. Segera saya duduki bangku yang baru saja ditinggalkan pengunjung sebelumnya. Semua mengambil tempat, dan obrolan diawali dengan kalimat pembukaan :

Te* : "rapat kali ini akan membahas kedatangan Kapten sebagai bintang tamu"
G*  : "kekurangan dana yang harus ditutup adalah..."
belum selesai kalimat Ghilang, kami sudah tertawa mengingat  kebersamaan semasa menjabat pengurus OSIS SMA 3 Madiun dulunya.
(Te = Tegar; G = Ghilang)

Rapat OSIS jadi-jadian masih berlanjut, kali ini saya dan Hasta menambahi.
Ti* : "ingat pas ke Bali"
Te  : "aku wakil ketua pelaksananya"
H* : "ketuanya?
Te  : "Lincah"
G  : "Pokoknya kami tidak mau memakai biro itu, anak-anak pun sudah vote !" (mengulang adegan bertahun-tahun lalu saat rapat persiapan study tour)
Te  : "Ehm..ehm..kita sudah ada ikatan batin dengan biro yang dipakai kakak kelas kalian, tidak perlu diganti" (berubah gaya menyerupai Bapak Wakil Kepala Sekolah)
Ti * : "Astaga, masih pada inget ya.."
(Ti = Titis; H = Hasta)

Pertemuan kali ini tanpa ada rencana sebelumnya. Memang hari Sabtu itu saya sudah bersama Ghilang yang sedang jalan-jalan di Ibu Kota. Tiba-tiba Hasta mengajak ngopi bareng Tegar yang juga kebetulan sedang ada tugas di Jakarta. Kesempatan langka berhubung Tegar saat ini dipindahtugaskan ke Jayapura. Ini juga sebagai ajang silaturahmi setelah Tegar resmi mengakhiri masa lajangnya bulan September lalu. Tidak lupa kami absen satu-satu kabar sahabat SMA, bekerja di mana, ada yang baru menikah, ada yang sudah punya anak, syukurlah masih peduli kondisi teman-teman lainnya.
Saya dan Tegar sekelas sejak masuk XI IPA 4, Ghilang di IPA 1 sedangkan Hasta di IPS 3. Ada 4 kelas IPA, 3 kelas IPS, dan 1 kelas Bahasa saat angkatan saya di SMA dulu. Setiap kelasnya tidak lebih dari 30 orang, sehingga kami saling kenal satu sama lain. Apalagi kalau se-organisasi atau se-ekskul bersama, seolah cerita perjuangan ketika masih muda dulu tidak pernah bosan untuk kembali dikenang.

Pertemuan yang diatur Tuhan begitu mengesankan,
malam minggu seru melepas rindu,
mengenang cerita putih abu-abu,
membagi banyak cerita baru

(L-R) Hasta - Ghilang - Tegar - Titis

Friendship last forever,

Jakarta, 2 November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya