Jumat, 18 Oktober 2013

Politik Duit

Siang hari usai meeting di luar kantor menembus kemacetan Jakarta, mata saya tertuju pada sederetan bendera partai politik (parpol) yang menghiasi sepanjang jalan tol dalam kota. Tidak terasa 2014 akan datang dalam kurun waktu 2,5 bulan lagi, artinya Pemilihan Umum Presiden akan segera dilaksanakan. Tak heran kalau reklame parpol semakin gencar akhir-akhir ini, ada yang memanfaatkan hari perayaan agama, acara amal, juga semakin banyak pendekatan dilakukan untuk merebut hati masyarakat. Di samping saya, Pak Jono driver kantor fokus ke depan jalanan sambil menanggapi celoteh saya tentang politik.

(Saya = T; Pak Jono = J)

J : "Mbak Titis, masih inget zaman partai cuma 3 nggak?"
T : "Oh iya Pak, A, B, dan C" 
     *nama partai disamarkan
J : "Wah, dulu saya aktif lho Mbak jadi simpatisan"
T : "Partai yang mana Pak?"
J : "Partai B Mbak, soalnya daerah rumah saya itu basis paling gede. Tapi ya zaman itu saya kerja buat petinggi Partai A yang banyak duitnya. Hehehehe"
T : "Waduh Pak, kok nggak setia? Nggak takut apa Pak kalau ketahuan?"
J : "Yah, semuanya juga ujung-ujungnya duit. Dulu itu zaman sebelum reformasi duit sejuta itu kan gede ya Mbak?"
T : "Lumayan banget Pak"
J : "Nah, waktu itu saya dikasih segitu duit sama bos saya dari Partai A buat ngajak orang kampanye. Per orang dapet 15 ribu. Itu Ibu-Ibu sekampung yang lagi masak pada ditinggal dapurnya Mbak! Hahaha"
T : "Mentang-mentang dapet yang lebih gede ya"
J : "Nah, setelah itu tetangga saya, teman-teman, jadi suka nanyain kapan ada kampanye lagi"
T : "Wualah, jadi bandar gitu ya Pak"

Saya tidak bisa berpendapat banyak, urusan politik sudah merembet ke perkara perut. Pada dasarnya partai yang bermunculan adalah bentuk dari demokrasi. Perasaan kecewa terhadap sistem yang ada didukung oleh idealisme melahirkan keberanian untuk memulai pergerakan baru. Sementara ini saya memilih tidak aktif dalam dunia politik, sepertinya ada bidang lain yang lebih ingin saya tekuni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya