Jumat, 13 September 2013

Malam Minggu Bersama Guru

Menyambung silaturahmi adalah wajib hukumnya apalagi dengan guru yang telah menurunkan banyak ilmu dan membimbing kita dengan sabar. Dua minggu lalu, pada hari Sabtu terakhir di bulan Agustus saya bersilaturahmi ke rumah Pak Luki Abdullah, pembimbing akademik yang masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Peternakan IPB. Saya dan Intan, sahabat se-bimbingan memang sudah membuat janji dengan beliau seperti pertemuan kami sebelumnya. Kali ini kami tidak hanya berdua, ada adik se-bimbingan yaitu Diani bersama pacarnya Heru yang juga masih satu jurusan.
Acara ngobrol sore di teras belakang rumah Pak Luki berlangsung santai dan penuh makna. Beliau mendengarkan cerita kami pasca lulus dari kampus. Intan sudah memasuki tahun kedua di salah satu perusahaan pakan ternak multinasional, saya genap setahun terjun di industri pangan olahan susu dan daging, Diani baru saja resign dari jabatannya sebagai Farm Supervisor, sedangkan Heru masih mengejar tahap akhir kuliah yakni sidang. Cerita yang paling seru datang dari Diani, meski disayangkan namun Pak Luki tetap menyemangatinya untuk mencari kesempatan yang lebih baik. Selalu ada nasehat yang beliau pesankan pada kami, banyak yang masih menempel di kepala saya tentunya sebagai bekal untuk menghadapi tantangan hidup.

Tentang Rezeki
"Setiap makhluk hidup pasti ada rezekinya. Seekor burung yang bangun tiap pagi tidak pernah tahu apakah dia akan mendapatkan makanan hari itu. Kemudian dia terbang dan nyatanya selalu ada saja makanan yang dia dapat bahkan juga bisa menghidupi anak-anaknya yang menunggu di sangkar. Secara logika mungkin ini sulit dipahami, tapi tentu setiap hal yang terjadi di muka bumi ini ada yang mengatur, Dialah Yang Maha Kuasa."
"Akan lain cerita kalau burung itu hanya diam, tentunya rezeki harus dijemput."

Tentang Profesi 
"Awal menjadi dosen dulu gaji saya sangat kecil. Kemudian saya menyadari kalau Tuhan menjanjikan pahala yang terus bertambah saat kita bisa memberikan ilmu yang bermanfaat. Seharusnya pendidik memiliki rezeki yang berlimpah namun hanya sebagian kecil yang diturunkan di dunia, sisanya adalah jatah akhirat. Pemikiran seperti inilah yang memberi saya motivasi untuk terus mengajar dan semangat ini kemudian saya tularkan untuk dosen-dosen baru sekarang."

Tentang Isu Ekonomi
"Ada 4 industri yang tidak akan pernah mati : 1. Energi; 2. Pangan; 3. Kesehatan; dan 4. Pendidikan."
"Isu swasembada daging yang sedang panas dibicarakan membuat saya semakin yakin kalau Indonesia sebetulnya mampu. Sebentar lagi Free Trade Era akan tiba, akan semakin ketat persaingan oleh karena itu produsen harus semakin inovatif sehingga mampu menjawab tantangan pasar."

Tentang Jodoh
"Heru, jadilah laki-laki yang rajin. Kalau lagi kurang kerjaan ya ngapain gitu kek! Pindahin barang, beres-beres..hehehe"
"Untuk yang cewek-cewek ini, pilih suami yang rajin, yang mau bersih-bersih rumah, kalau melakukan pekerjaan yang kecil saja mau, apalagi pekerjaan besar."
"Kalau sudah berumah tangga, seperti kodratnya memang istri sebaiknya nurut pada suami. Misalnya Heru dan Diani nanti, ketika Heru harus pindah kota untuk meniti karir ya Diani sebaiknya ikut sambil mencari peluang di sekitarnya jadi tetap sambil mendampingi suami."

Tentang Hidup
"Titis dan Intan pastinya sering bertemu banyak orang ya? Tentu itu akan memperkaya wawasan kalian. Saya pun juga masih begitu, sebut saja ini life schooling. Selalu sempatkan untuk bertemu orang-orang yang bisa memberi motivasi dan memberikan pandangan baru. Bertemu dengan teman yang bekerja di berbagai macam bidang akan memperkaya diri kita."

Sebetulnya masih banyak pesan beliau yang menempel di kepala saya, tentang dorongan untuk melanjutkan studi, tentang isu-isu peternakan yang sensitif dibicarakan saat ini, juga kabar terbaru dari proyek penelitian fakultas yang seru. Pertemuan ditutup setelah kami menunaikan Sholat Maghrib berjamaah dan sebuah pesan untuk tidak bosan mengunjungi beliau. Tentu saja kami dengan senang hati untuk bersilaturahmi ke sana, bertemu Pak Luki juga istri dan kedua putranya yang tampan-tampan.
Sesekali Pak Luki mengirimkan sms pagi-pagi untuk menanyakan kabar dan mendoakan kesuksesan aktivitas kami. Sebuah pesan singkat yang selalu berhasil membuat saya semangat, ada energi yang beliau tularkan untuk terus memberikan kontribusi di manapun kami berada. Thank you Daddy !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya