Jumat, 27 September 2013

Dairy Estate

Pagi-pagi, saya menerima pesan dari sahabat se-Fakultas yang berpamitan berangkat ke Perancis. Nama aslinya Pria Sembada namun akrab disapa Beng-Beng, entah bagaimana cerita awalnya sampai dia memiliki nama panggilan itu.

05.43 a.m
Beng-Beng
"Mohon doanya kawan-kawan, Insyaallah hari sabtu 28 sept jam 17 saya berangkat ke Montpellier Perancis. Insyaallah melanjutkan kuliah master tahun kedua di SupAgro Montpellier, jurusan Production Animale en regions Chaudes. Terima kasih atas persaudaraan dan persahabatan selama ini. Mohon maaf untuk semuanya jikalau ada salah ucap, sikap tidak bijak, pikiran tidak dewasa, dsb. Saat ini masih mengumpulkan "kekuatan" sebelum melangkah lebih jauh. See you guys, Indonesia akan kita perbaiki."

06.36 a.m
"Semangat dan sukses Bro! Inget cita-cita kita untuk Dairy Estate, see you in the future!"

06.38 a.m
"Aamiiin..era revolusi susu Indonesia akan segera tiba. Siip Tis..hehe"

06.39 a.m
"2020 Insyaallah ya Beng. Keep in touch, next year will be my turn. Amiin"

06.40 a.m
"Wuiih..aamiin, didoakeun. Sukses!"

Sehari sebelumnya, saya juga sempat chatting dengan Fajar, sahabat se-angkatan dan se-organisasi, sekilas tentang usaha peternakan di tanah air :
(F = Fajar; T = Titis)
F: "Gue tertarik sapi perah nih, tapi kan lo lebih tau. Perlu di brand-storming, tapi jangan sekarang-sekarang, lagi banyak komoditi, pusing..wkwkwkwk"
T : "Yang penting fokus Bro, pelan-pelan, satu-satu"
F : "Iya nih. Keburu tertarik sama susu. Ga kuat lihat susu.."
T : "Hahaha, gue & Beng-Beng juga udah janjian mau kolaborasi bikin Dairy Estate. Tapi kok rasanya Pulau Jawa ini sumpek ya?"
F : "Apa tuh?memang harus pinter cari wilayah. Mau ga mau pasar tetep Pulau Jawa, instrumen bisnisnya harus lengkap dan cermat dipikirkan"
T : "Mau bikin kantong-kantong peternakan sapi perah di Indonesia, di berbagai provinsi Jar. Emang iya, konsumsi susu 70% di Jawa dan sapi perah itu bagusnya deket industri pengolahannya"
F : "Nah, itu tis..mesti belajar sama Australia, angkutannya cakep"
T : "Angkutan bisa dibeli, tapi jalanan tak mudah diperbaiki. Walaupun agak geleng-geleng dan elus-elus dada dengan kondisi ini tapi tetep pengen bikin suatu hari nanti"

Cita-cita untuk mewujudkan Revolusi Putih dan swasembada sudah ada, meski belum nampak jalan terangnya, saya yakin bersama partner-partner yang dikenal sejak kini kami bisa berkolaborasi dan menyumbangkan potensi masing-masing. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya