Senin, 27 Mei 2013

Sedang Dicari

Suatu pagi saat bersiap-siap menuju kantor, lampu notifikasi berwarna hijau berkedip pelan di handphone, ada pesan belum dibaca. Ternyata dari Dzi, sahabat sejurusan saat kuliah dulu.
D = Dzi; T = Titis

D: "Tis, di mana? Aku lagi di Ponorogo lho.."
T: "Jakarta Dzi, ada acara di Ponorogo?"
D: "Babat alas, buka lahan di Kec. Bungkal. Rumahmu mana Tis?"
T: "Siman Dzi, dekat terminal lama"
D: "Dekat SMA 2 ya? Aku tinggal di Jetis"
T: "Minggu ini aku pulang, ketemuan yuk! Kamu kerja di Ponorogo?"
D: "Lah, aku ke Bogor besok Jumat. Iya Tis, jadi pengawas peternakan"
T: "Wah, menarik..dari dinas ya Dzi?"
D: "Bukan, swasta kok Tis.."
T: "Eh,ada lowongan nggak?biar aku bisa pulang kampung, hehehe"
D: "Di Siman buka RPH* standar internasional tuh, kali aja ada. Oh ya, kemarin orang dinas cerita lagi nyari Sarjana Peternakan yang asli Ponorogo gitu.."
T: "Trus..kamu nyebut namaku nggak Dzi?hehehe"
D: "Iya, tapi aku bilang kalau kamu lagi S2 sambil kerja di sana. Eh, salah ya?"
T: "Dziiiiii..aku belum S2, nyari pengalaman kerja dulu..."
D: "Oo..maaf, hahaha"
T: "Kita harus ketemuan ini Dzi, kamu wajib cerita soal Ponorogo"
D: "Iya, insya Allah bisa diatur lain waktu. Sambil makan duren yuk!"
T: "Ya ampun..aku dulu kan pernah janji nraktis duren beres penelitian..hwuaaa"
D: "Gampang, nanti rame bareng arek-arek"

Seketika langsung gamang, ada rasa sedih sekaligus senang bercampur. Sedih karena saya harus mendengar perkembangan seputar bidang yang saya geluti di kota kelahiran dari sahabat yang notabene tidak pernah tahu tentang Ponorogo. Di sisi lain saya senang akan perkembangan sarana peternakan yang dibangun oleh pemerintah. Beberapa hari usai percakapan itu saat saya sempat pulang ke Ponorogo, rasanya semakin berat untuk kembali ke Jakarta. Sementara ini, saya hanya mampu berdoa agar semangat untuk kembali membangun daerah tidak padam. Suatu hari nanti pasti!

*RPH = Rumah Potong Hewan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya