Kamis, 21 Maret 2013

Pulang


Fahmi* : “Ayo pulang! Sekali-kali jangan di ibu kota melulu..”
Saya   : “Sering Mi kalau kepikiran mau pulang, apa aku resign aja? Apa yang bisa aku lakukan di rumah? Untuk kota kita?”
Fahmi* : “Di Ponorogo mau sama siapa? Dari nol? Ada link?”
Saya  : “Ah, ternyata aku minim pengetahuan dan koneksi di kota sendiri”
Fahmi* : “Modal pengalaman rasanya kamu punya. Pikirkan juga, kalau mau pulang apa kamu bisa lebih bermanfaat buat masyarakat?”

Seketika saya terdiam, tidak mampu menjawab pertanyaan terakhir yang sahabat saya lontarkan. Kata “pulang” sekarang bukan sekedar “kembali ke rumah” namun lebih berorientasi pada apa yang bisa kita bawa ke rumah. Saat masih sekolah, rumah adalah tempat yang membuat saya malas beranjak kembali ke kota tempat menuntut ilmu. Kini berat rasanya untuk pulang karena belum bisa memberi apa-apa. Suatu hari nanti pasti bisa berkontribusi, minimal dari kota sendiri kemudian untuk negeri.

*Fahmi adalah sahabat saya sejak duduk di bangku SMP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya