Selasa, 05 Maret 2013

Mampir ke Vienna


Kereta melaju meninggalkan Ljubljana, melewati perbatasan Italia, memasuki Swiss dan sampailah saya di Vienna. Saya memiliki waktu semalam di kota ini, sebelum keesokan harinya kembali ke Praha. Di Vienna, saya akan menginap di apartemen Mas Yayan, senior dari program beasiswa yang sama. Ketika di kereta Mas Yayan memberikan arahan bagaimana menjangkau rumahnya dari central station.  Hari sudah berganti gelap, ketika tiba di stasiun Vienna saya langsung menuju pusat informasi dan mengambil peta kota. Rasanya seperti mengunjungi Jerman yang secara bahasa memang sama. Bahkan model transportasinya meliputi bus, trem, juga U-Bahn seolah tidak berbeda. Tidaklah sulit bagi saya menemukan jalur menuju apartemen Mas Yayan, tiba di sana saya disambut oleh istri dan tiga anak Mas Yayan yang lucu-lucu.
Kota Vienna menurut sebuah perusahaan global di Inggris yaitu Mercer merupakan Kota Paling Berkualitas untuk Hidup di Dunia pada tahun 2011. Hal ini dilihat dari berbagai kategori seperti fasilitas umum, transportasi publik, aspek sosial ekonomi, dan keamanan masyarakat. Esok paginya saya diajak berkeliling kota oleh Mas Yayan. Perjalanan dimulai dari Rathaus, the State of Vienna. Hari itu halaman depan Rathaus sedang ditutup karena pembangunan Ice Ring, Winter Festival akan segera dimulai. Kami berjalan menuju Istana Hofburg, dulunya dikenal dengan istana musim dingin dan kini digunakan sebagai istana Presiden Austria.
 
Rathaus

Siang semakin pendek pada puncak musim dingin, Mas Yayan mengajak saya ke Stephanplatz untuk melihat Katedral St. Stephen, namun sayangnya bangunan yang termasuk dalam daftar katedral tertinggi di dunia itu sedang direnovasi. Akhirnya saya hanya membeli kartu pos untuk menambah koleksi. Sore itu saya berjanji bertemu Galya, sahabat saya dari Rusia yang juga sedang mengikuti Exchange Program di Boku University. Kami ditraktir makan siang di restoran all you can eat yang sering dikunjungi Mas Yayan.  Kunjungan berikutnya, bersama dua tour guide pribadi yang mengajak saya ke Istana Putri Sissi (nama panggilan Putri Elizabeth). Putri Elizabeth istri dari Raja Franz Jospeh yang terkenal kecantikannya dari Bavaria, Jerman Selatan. Kami mengelilingi taman dan air mancur yang beku.

Bersama Galya di Istana Putri Sissi

Pertemuan saya dan Galya berlangsung begitu singkat. Sebelumnya kami bersama-sama menghabiskan akhir tahun di Slovenia, namun rasanya tidak akan habis obrolan tentang rencana studi masing-masing. Galya terus menanyakan seperti apa Indonesia, dia rindu dengan pantai tropisnya. Lalu dia berjanji untuk mengunjungi saya di Praha setelah ujiannya usai. Perpisahan kami berlangsung cepat, saya harus mengejar bus ke central station menuju Praha. Kejutan lain hari itu terjadi ketika melihat bus yang telah saya beli karcisnya melaju meninggalkan Vienna. Ini bukan pengalaman pertama saya ketinggalan bus, Mas Yayan sedikit kaget melihat saya begitu santai saat ketinggalan bus. Kemudian saya membeli tiket untuk bus yang berangkat 1 jam berikutnya. Senangnya lagi begitu saya bertemu rombongan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Belanda menumpang bus bersama menuju ibu kota Ceko.

Gedung Parlemen Austria

Tiga Pendiri Republik Austria


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya