Selasa, 11 Desember 2012

Pendakian Gunung Gede (2958 meter dpl)


“Bulan, kau bisa kembali ke peraduan karena surya telah muncul dari ufuk timur..”
Pendakian kedua tahun ini setelah berhasil mencapai puncak Salak bulan Mei lalu.

Menapaki ketinggian, menuju titik tertinggi..
Saya berangkat dari Jakarta, sepulang kantor bersama Rhitoh dan Dimas. Perjalanan ini sudah kami rencanakan sebulan sebelumnya, dengan pakaian yang masih rapi (untuk ukuran pendaki) dimulai dari pertemuan dengan pemandu tim yakni Bang Chumenk dan Bang Bedil serta rombongan dari kampus terdiri dari Kak Daniel, Sobich, dan teman-teman ITP 2009. Pukul 2 malam kami mulai mendaki pos pertama Gunung Gede dari pintu masuk Gunung Putri. Sesuai kesepakatan kami tidak memaksakan diri untuk mencapai puncak saat itu juga. Setelah berjalan selama 2 jam, kami memilih tempat untuk sekedar merebahkan diri, menunggu pagi tiba. Pendakian dilanjutkan keesokan harinya setelah mengisi ulang energi dengan sarapan bersama di atas selembar daun pisang.
Lewat tengah hari kami baru tiba di alun-alun Surya Kencana. Padang rumput penuh bunga edelweis yang menghadap langsung perbukitan. Kami memilih tempat pendirian tenda di tengah rimbun pepohonan untuk melindungi diri dari angin gunung. Pemandangan yang biasanya hanya bisa saya lihat di gambar, kini begitu nyata. Saya tidak perlu ke New Zaeland untuk tidur di atas rumput melihat perubahan bentuk awan karena tertiup angin. Seharian kami hanya beristirahat di tenda dan memasak, tidak banyak kegiatan karena kabut perlahan turun bersamaan dengan rintik hujan.

Mengejar matahari terbit..
Cahaya bulan menembus pepohonan dari sisi barat sementara semburat kemerahan menampakkan sinarnya dari sisi timur. Sebelum ke negeri Matahari Terbit, saya tidak boleh melewatkan kesempatan menyaksikan pemandangan yang tidak kalah menakjubkan ketika matahari menggantikan sinar rembulan pada pergantian malam menjadi pagi. Sampai juga kami di puncak Gunung Gede (2958 meter dpl) yang dikelilingi tebing dan kawah, pemandangan yang tidak kalah indah dari Maccu Piccu, Peru.  Perlahan hari semakin terang, cahaya semakin indah untuk mengabadikan setiap lukisan Tuhan dalam lensa kamera.

Refleksi..
Ada saat di mana kita akan berhenti hanya untuk sekedar melihat ke belakang, mengoreksi diri seberapa jauh langkah ini, kemudian dengan penuh keyakinan kembali menatap ke depan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. Pendakian ke gunung selalu mengajari nilai-nilai kehidupan, mengingatkan kita untuk bersyukur, dan melihat ada Sang Maha Besar yang telah menciptakan seluruh semesta. Berbahagialah hidup di tanah tropis, saat setiap hari kita bisa melihat matahari tersenyum riang.
Saya bercerita banyak hal dengan Daniel, senior sekaligus sahabat perjalanan tentang rencana ke depan. Desember telah tiba lalu tahun segera berganti, kami harus membuat resolusi. Daniel bercerita rencananya untuk melanjutkan S2, kalau belum tahun ini berarti dia akan bekerja. Diselingi humor dan imajinasi tak berujung, saya mendengarkan cerita inspiratif selama dia menjadi Pengajar Muda. Sisa waktu satu bulan untuk mengejar resolusi 2012 yang belum terwujud, namun perjalanan selama setahun ini membuat saya ingin berhenti sejenak untuk melihat apa yang telah saya pelajari sebelum mulai menyusun strategi untuk mengejar target 2013.

Kembali ke Titik Awal Pendakian
Hanya perlu 3 jam untuk menyusuri jalan berbatu penuh akar pepohonan yang menonjol dari gundukan tanah. Justru inilah bagian yang sulit karena kita harus menjaga keseimbangan tubuh dan mengontrol pergerakan kaki. Tersirat pesan untuk selalu ingat bahwa apa yang telah kita raih dengan susah payah bisa jatuh dengan mudah. Kembali ke pos pendakian awal, samar-samar bisa saya lihat puncak Gunung Gede menyembul di antara awan. Puncak itu sudah saya kunjungi, semakin tidak sabar untuk bisa melihat keindahan gunung lainnya. Maka rencana pendakian selanjutnya telah dibicarakan dengan Dimas dan Rithoh di sela-sela kesibukan kantor.
Titis - Dimas - Rithoh

Aloon-aloon Surya Kencana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya