Senin, 07 November 2011

Exchange Program (Episode: Kampus Baru)

Gambar Atas-Bawah: Jalan utama CZU-Faculty of Agrobiology

Gambar Atas-Bawah: Aula CULS-di depanTechnicka Fakulta

Pertama kali mendapat telepon dari International Collaboration Office (ICO-IPB) tentang pengumuman hasil seleksi Eurasia2, rasanya masih mengambang karena jujur saya pribadi tidak tahu seperti apa kampus yang akan saya tempati selama satu semester tersebut. Saat mengisi formulir pendaftaran dulu yang ada di pikiran saya hanyalah pemilihan jurusan yang sesuai dengan bidang ilmu yaitu tidak akan jauh dari dunia peternakan dan pertanian. Banyak yang tidak tahu di mana itu Ceko, tapi saat saya menyebut Praha atau Prague maka orang langsung mengangguk sambil berkomentar "Oo..Praha itu ibukota Ceko ya?"
Kampus yang kini menjadi tempat belajar saya bernama Czech University of Life Science (CULS) atau dalam Bahasa Ceko disebut Česká Zemědělská Univerzita v Praze artinya Universitas Pertanian di Praha (IPB di Republik Ceko). Konon, kampus ini adalah pecahan dari České Vysoké Učení Téchnické v Praze (Czech Technical University in Prague semacam ITB atau ITS kalau di Indonesia). Informasi lebih detail mengenai kampus ini dapat diakses di http://www.czu.cz/en/
Secara geografis, Praha dibagi menjadi beberapa sektor mulai dari Praha 1 sampai dengan Praha 18. Kampus CULS terletak di Kamycka, Praha 6 sehingga perlu kurang lebih 30 menit perjalanan dengan metro (kereta bawah tanah) dan bus dari Praha 1 (pusat kota) menuju kampus. Tidak berbeda jauh dengan kampus IPB Darmaga yang berjarak tempuh 1jam dengan naik 2x angkot dari Branangsiang, pusat kota Bogor. Di kompleks kampus CULS terdapat gedung-gedung prasarana kegiatan belajar mengajar mulai dari rektorat, Fakultas Agrobiologi sampai Fakultas Kehutanan, kolej (asrama) tempat saya tinggal, perpustakaan, sport centrum (arena olahraga), menza (kantin), juga university farm yang berisi rumah kaca dan kandang percobaan.
Kalau dilihat dari segi arsitektur bangunannya, tidak terlalu banyak hal yang unik. Bagi saya, IPB memang memiliki image tersendiri sebagai trendsetter bangunan berbentuk segitiga dan heksagonal sedangkan kampus CULS hanya gedung bertingkat yang diberi cat berbeda untuk membedakan satu fakultas dengan lainnya. Pada umumnya universitas di Indonesia memiliki jalan utama (boulevard) besar yang terdiri dari dua jalur untuk kendaraan masuk dan keluar. Saat pertama kali tiba di CULS saya kesulitan menemukan hal serupa, memang di depan rektorat juga ada jalan dua lajur yang mengarah langsung ke bangunan utama akan tetapi gapura megah di pikiran saya pada kenyataannya hanya sebuah papan bertuliskan CZU dan tanda panah. Sungguh jauh dari perkiraan. Perbedaan pasti dari bangunan di sini adalah room heater yang terpasang di setiap sudut ruangan dan lorong, sedangkan di negara tropis kita sibuk memasang AC untuk mendinginkan tubuh.
Saya tinggal di kolej G (asrama G) lantai 3, kamar nomor 16. CULS menyediakan kolej A sampai G masing-masing terdiri dari 5 lantai dengan 22 kamar setiap lantai untuk 2 orang mahasiswa per kamarnya. Kolej G dikhususkan untuk mahasiswa dari luar Eropa yaitu Asia dan Afrika, namun tidak menutup kemungkinan kalau kolej lain tidak cukup menampung mahasiswa maka pengurus asrama akan menempatkannya di kolej G. Tetangga sebelah kanan saya adalah dua mahasiswi Ceko yang tidak lancar berbicara dengan Bahasa Inggris, jadi kami hanya sekedar menyapa dan menggunakan body language jika saya benar-benar butuh sesuatu. Sebelah kiri kamar saya adalah dua mahasiswi dari Mongolia, depan kamar dihuni 2 mahasiswi dari Kyrgyzstan, dan lainnya bervariasi mulai dari orang Vietnam dan Afrika. Saya rasa ini tempat yang kondusif untuk belajar dan bersosialisasi ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya