Rabu, 16 November 2011

Czech Cuisine

Gulas
bramboráký
svíčková na smetaně

Saat saya bertanya pada Olga -koordinator EURASIA2 (program beasiswa yang membawa saya ke Praha selama satu semester ini)- mengenai apa makanan khas Ceko, lalu Olga menjawab ada 3 menu utama yang direkomendasikan sebagai masakan asli Ceko yaitu svíčková na smetaně (sirloin yang disajikan bersama cream sauce), bramboráký (pancake yang terbuat dari kentang dengan campuran bawang dan keju), juga gulas (campuran kuah kental dengan merica dan sayuran yang disiram di atas daging). Apabila dibandingkan dengan masakan Asia, tentu bumbu masakan Eropa tidak se"meriah" itu. Kebanyakan masakan hanya dibumbui bawang, tomat, dan paprika. Sedangkan masakan Asia penuh dengan rempah-rempah menawarkan aroma yang kuat.
Sementara Petra yang juga koordinator EURASIA2 lebih menjelaskan tentang bir dari Ceko. Menurut Petra, Ceko merupakan salah satu negara terbesar dalam memproduksi bir. Ibarat wine yang telah menjadi icon Perancis, bir pun identik dengan Ceko. Karena itu, kalau sedang berlibur ke Praha, banyak turis datang hanya untuk mencicipi bir khas Ceko. Ada 3 merk bir terkenal asal Ceko yaitu Pilsner Urquell, Budějovický Budvar, dan Staropramen. Setelah bir disajikan, kami melakukan toast dengan mengadu gelas bir masing-masing sambil mengucapkan na zdraví (cheers! dalam Bahasa Ceko) lalu meletakkannya kembali ke meja sebagai tanda konfirmasi baru meneguknya. Masih berbicara tentang bir, Petra sempat menjelaskan kalau bagi orang Eropa meminum bir yang masih berbuih akan memberikan kenikmatan sendiri, hal yang berbeda dengan kebiasaan orang Asia yang kurang menyukai buih pada bir. Petra juga masih menanyakan kebiasaan orang Asia khususnya Asia Tenggara yang hidup di negara tropis yang menambahkan es di setiap minuman. Baginya aneh mencampurkan es ke dalam bir karena akan merusak rasa asli bir tersebut. Pada dasarnya, bir adalah minuman fermentasi dengan kadar alkohol berkisar antara 5-15% yang dibuat untuk menghangatkan badan sebaliknya di negara tropis hampir semua minuman diberi es untuk mendinginkan badan.
Jangan tanya seperti apa rasa bir Ceko pada saya karena saya tidak berpengalaman dan bukan ahli dalam hal ini. Teman saya berpendapat kalau rasa bir itu sebenarnya sama saja, tapi saat meminum bir maka hati masing-masing peminum yang akan memilih bir mana yang mereka rasa paling pas dengan selera. Itulah filosofi bir, minuman yang menjadi teman ngobrol saat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Logikanya, kalau sudah minum bir orang tidak akan membutuhkan makanan lain karena kandungan kalori yang cukup tinggi dalam minuman tersebut. Biasanya juga disajikan kismis atau kacang untuk teman minum bir, namun di pub Ceko yang tersedia justru chléb (roti gandum yang ditaburi cumin atau jinten untuk memberikan rasa pedas) dan cheese snack, sehingga cukup wajar jika melihat banyak penduduk Ceko yang bermasalah dengan obesitas.
Roti gandum ibarat nasi bagi orang Eropa. Saya pribadi yang tahu kalau kalori dalam roti gandum lebih tinggi daripada nasi tetap saja masih menganggap kalau roti adalah camilan dan sebagai orang Indonesia tetap saja nasi adalah makanan pokok paling favorit. Bagi muslim yang harus mengonsumsi makanan halal, maka jangan kahawatir karena restoran di Ceko menyediakan berbagai menu vegetarian, juga ada produk bir yang tidak mengandung alkohol. Olga juga berpesan supaya saya menguasai kalimat ini "Ne mě vepřové meso" yang artinya adalah "I don't eat pork" maka pramusaji di restoran tersebut tidak akan menyajikan apapun yang mengandung babi. Atau masih juga khawatir dengan produk derivat (turunan) seperti lemak, gelatin, minyak, ataupun emulsifier yang terbuat dari babi? tenang saja karena saat kita sudah menyatakan kalau kita tidak mengonsumsi daging babi maka pelayan restoran telah mengerti bahwa konsumen sama sekali tidak menginginkan makanan yang diolah dengan produk turunan babi tersebut dan biasanya mereka akan menjelaskannya. Cukup tanyakan apakah ada vepřové meso dalam makanan yang dipesan, maka jika pramusaji menjawab "Ano" (Yes) bisa dipastikan makanan tersebut tidak bisa kita pilih atau sebaliknya saat pramusaji menjawab "Ne (No)" itu artinya tidak ada kandungan babi maupun produk turunannya.
Setelah proses pemilihan menu yang memakan waktu cukup lama, maka tidak lama kemudian makan malam tersaji dan kami saling mengucapkan "Dobrou chut'!" (Enjoy your meal!)

1 komentar:

Terima kasih atas komentarnya