Jumat, 21 Oktober 2011

Selamat Datang di Negeri Para Pejalan Cepat

"Tis, katanya tadi minta ditemenin jalan..lha kok sekarang malah kamu jalan duluan.." protes teman saya yang mulai sewot karena saya selalu jalan di depan

"Ehehehe..iya, maaf..maaf..emang begini, susah direm.." jawab saya sambil cengar-cengir

Banyak fakta yang mendukung bahwa kemampuan saya dalam berjalan cukup terlatih dibandingkan dengan teman-teman saya yang lain (bukan dibanding atlet tentunya). Suatu hari ada sahabat (lelaki) yang mengajak saya berjalan cepat menuju kampus, alhasil dia yang ngos-ngosan mengikuti saya apalagi kampus kami penuh dengan anak tangga, kejadian tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi saya. Bisa saya simpulkan bahwa kecepatan saya berjalan sudah semakin meningkat, hal ini tentu mendukung hobi jalan-jalan saya meskipun kebiasaan berjalan kaki belum menjadi budaya keseharian masyarakat Indonesia.

Dan di sinilah saya berada...
Setiba di Praha, saya terkejut dengan kemampuan berjalan Ingrid (koordinator program beasiswa saya). Perempuan yang sudah memasuki usaia 30 tahun itu memiliki tinggi badan yang tidak berbeda jauh dengan saya, namun langkah kakinya membuat saya terengah-engah. Bisa jadi karena sudah lama saya tidak berjalan kaki semenjak ada motor yang bisa dikendarai ke kampus. Tiba-tiba saya merasa bahwa motor membuat saya manja. Saat melewati stasiun dan halte bus saya pikir adalah wajar berjalan cepat di area tersebut karena setiap orang mengejar ketepatan waktu transportasi umum yang akan mereka gunakan. Sayangnya anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar saat saya berjalan-jalan di sekitar Old Town dan melihat semua orang berjalan serba cepat. Praha dikenal sebagai kota wisata, dari Senin sampai Minggu seolah wisata tidak berhenti datang dan bisa dilihat kalau semuanya berjalan cepat. Saya juga mengamati kawasan pusat perbelanjaan di sini, hasilnya kembali mengejutkan karena orang berbelanja dalam tempo sesingkat-singkatnya dengan beraneka macam barang seolah tanpa perlu memikirkan harganya.
Beberapa fakta yang saya temukan adalah mengapa orang barat memiliki kemampuan berjalan di atas rata-rata kemampuan berjalan orang Indonesia adalah karena pertama dari segi fisik jelas kaki mereka lebih panjang meski tidak semua orang Indonesia bertubuh mungil dan berkaki pendek, begitu juga sebaliknya. Betapa saya merasa seperti rumput lapangan golf yang tumbuh di antara padang ilalang tiap kali berjalan di tengan kerumunan bule-bule Eropa dengan tubuh tinggi menjulang. Barangkali kalau mereka menginjak kaki saya sepertinya tidak akan terasa apapun. Faktor berikutnya bisa jadi karena cuaca dan iklim. Suhu dingin membuat tubuh tidak ingin berhenti bergerak karena saat diam bisa-bisa menggigil diterpa angin yang menusuk tulang. Cuaca dingin membuat badan jarang berkeringat sehingga banyak orang tidak sadar bahwa sebetulnya telah banyak aktivitas yang dilakukan. Faktor lainnya adalah budaya dan etos kerja, karena memang begitulah kebiasaan mereka apalagi sarana dan prasarana di negara barat sangat mendukung kenyamanan pejalan kaki.
Bukan hanya di negara barat, kebiasaan berjalan kaki juga sudah menjadi budaya di Jepang, China, juga Korea. Negara yang patut dijadikan teladan dalam penyediaan fasilitas bagi para pejalan kaki. Selain itu, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kenyamanan transportasi umum apalagi Indonesia adalah negara tropis. Teriknya matahari kadang membuat malas berjalan kaki dan memilih kendaraan pribadi yang lebih nyaman, akan tetapi karena harga minyak dunia semakin melambung tinggi dan adanya kemungkinan penarikan subsisi BBM maka saya optimis suatu hari nanti pemerintah akan memikirkan untuk merombak transportasi umum dan memperhatikan kenyamanan pejalan kaki.
Berjalan kaki juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Seringkali kita mendengar salah satu produk susu dengan kandungan tinggi kalsium sering mengkampanyekan pentingnya 1000 langkah tiap hari khususnya untuk para wanita sebagai salah satu langkah pencegah osteoporosis. Berjalan cepat juga dapat membentuk tubuh karena dapat memperkencang otot perut dan pinggang serta tentunya dapat membakar kalori tubuh. Maka, tidak ada ruginya untuk melatih kemampuan berjalan kaki kita.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya