Rabu, 19 Oktober 2011

Jogja: Cinta Tanpa Akhir

Janganlah dulu waktu berlalu
Biar ku reguk pesonamu
Lalu melepas beban di dada
Kala susuri kota

Setiap waktu, kini berpacu
pada kenangan tak berlalu
segenap rasa dariku trus mengalir
cinta tanpa akhir untuk Jogja

Sepenggal syair lagu yang diciptakan Katon Bagaskara tersebut hari ini saya putar berulang kali. Ada juga versi bahasa Inggris yaitu Never Ending Love Jogjakarta. Entah mengapa hari ini saya kembali merasakan kerinduan pada kota budaya satu itu. Jogjakarta terletak di sebelah selatan provinsi Jawa Tengah. Kental dengan budaya Jawa bersama seluruh penduduk nan ramah, kota ini menjadi salah satu tujuan favorit turis baik domestik maupun mancanegara. Banyak pilihan wisata ditawarkan seperti wisata alam di pantai dan gua di kawasan pantai selatan juga menikmati pemandangan indah gunung Merapi dari Kaliurang. Belum lengkap ke Jogja tanpa wisata sejarah di keraton Jogja, aloon-aloon kota, juga Malioboro sekitarnya untuk berbelanja. Sebutan kota pelajar untuk Jogjakarta memang pantas disandang karena dari kota inilah lahir tokoh-tokoh yang turut membesarkan nama bangsa juga almamater khususnya salah satu perguruan tinggi negeri ternama yaitu Kampus Biru Universitas Gadjah Mada.

Entah sejak kapan saya mengidolakan kota ini, saya pun juga sudah lupa kapan pertama kali menginjakkan kaki di Jogjakarta. Pastinya, karena setidaknya setahun sekali saya berkunjung ke Jogjakarta jadi selalu saja ada magnet tersendiri yang mampu menarik saya untuk kembali ke sana. Saat kelas 3 SMP saya memang sangat ingin merasakan kehidupan di Jogja. Apalagi saat itu sedang booming sinetron 'Galih dan Ratna' dengan latar kota Jogjakarta, saya semakin bertekad untuk menempuh pendidikan di sana. Namun apa daya, sampai bangku kuliah Tuhan membawa saya ke kota lain. Barangkali saya belum berjodoh dengan Jogjakarta, mungkin suatu hari nanti.

Jogjakarta penuh dengan cerita saya bersama sahabat terdekat. Saat SD dan SMP saya mengunjungi Jogjakarta dalam rangka study tour. Lalu beranjak SMA, Jogjakarta adalah kota pertama yang menjadi pilihan untuk menghabiskan liburan. Selama kuliah, sepertinya hampir setiap tahun saya mendapat kesempatan mengunjungi Jogjakarta. Saat tiba di sana, selalu ada sahabat terdekat yang sudah siap menemui saya dan mengajak berkeliling kota. Kenangan indah itu selalu membuat saya rindu. Berbagai macam kota telah saya jelajahi namun bagi saya tetaplah Jogjakarta dengan segala keunikannya tetap yang paling istimewa setelah kota kelahiran saya, Ponorogo.

Saya sudah hafal banyak tempat wisata yang ada di Jogjakarta, namun yang paling saya rindukan adalah suasana makan di angkringan. Walaupun sekedar menikmati segelas wedang ronde bersama nasi bungkus di pinggir jalan sambil lesehan melihat lalu lalang kendaraan, bagi saya itulah keunikan Jogjakarta yang tidak ditemukan di kota manapun. Angkringan memang sudah umum di kota-kota lainnya tapi angkringan di Jogjakarta membawa keunikan tersendiri. Jogjakarta adalah teladan bagi kota budaya di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas komentarnya